31
Dec

 Pada Waktu Tengah Malam atau Akhir Malam

Rasulullah bersabda : Pada tiap malam, Rabb kita turun ke langit dunia ketika bersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman :

Barangsiapa yang berdoa kepadaKu, pasti akan Kukabulkan, dan siapa yang memohon kepadaKu, pasti akan Kuberi, dan siapa yang mohon ampun kepadaKu pasti akan Kuampuni.

(h.r. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan selainnya)

Bila telah lewat sebagian malam atau dua pertiganya, akan turun ke langit dunia Allah Yang Maha Memberkati dan Maha Tinggi, lalu berfirman : “Tak ada seorangpun yang meminta pasti ia akan Kuberi, tak ada seorangpun yang berdoa pasti ia akan dikabulkan, tak ada seorangpun yang mohon ampun pasti ia akan Kuampuni”. Sehingga tiba waktu shubuh.

(h.r. Bukhari dan Muslim)

Sedekat-dekat hamba Allah kepada Rabbnya ialah di tengah malam. Maka dari itu, jika engkau mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu maka kerjakanlah.

(h.r. Abu Daud dan Tirmidzi)

Sesudah Shalat Fardhu

Ditanyakan orang kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, manakah doía yang paling didengar Allah”. Rasulullah menjawab : “Doa di tengah malam dan doa setelah shalat wajib”.

(h.r. Tirmidzi)

Di Waktu Lapang

Barangsiapa yang menginginkan doanya dipenuhi Allah ketika ia dalam kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapangnya.

(h.r. Tirmidzi dan Hakim)

Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah ë Azza wa Jalla daripada doa ketika dalam keadaan lapang.

(h.r. Hakim)

Di Waktu Sujud

Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya ialah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa (di waktu itu).

(h.r. Muslim)

Tidak seorang pun menaruh keningnya bersujud kepada Allah dan ia berkata : Tuhanku, ampunilah dosaku ñ tiga kali –, kecuali pada saat ia mengangkat kepalanya telah diampuni dosanya.

(h.r. Ibnu Abi Syaibah)

Dan Imam Muslim serta lainnya mengeluarkan hadits dari Rabiíah bin Kaíab yang sempat membantu Nabi saw. Ia berkata : “Aku tinggal bersama Rasulullah saw dan membawakan air wudhunya dan untuk buang hajatnya. Rasul bersabda : “Mintalah kepadaku”. Aku berkata : “Aku mohon dapat menyertaimu di surga”. Beliau bersabda : “Lainnya ?”. Jawabku : “Cukup itu saja”. Maka beliau bersabda : “Bantulah dirimu dengan memperbanyak sujud”.

(h.r. Muslim)

Diawali dengan Asmaul Husna

Katakanlah:”Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (QS. Al-Isra, 17:110)

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalakanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'raf, 7:180).

 

Diawali dengan Ismul Azham

Nabi saw lewat di depan seorang yang bernama Abu ëIyasy Zaid bin Shamit az-Zuraqiy yang sedang shalat. Ia berdoa : “Ya Allah, aku mohon kepadaMu karena sesungguhnya bagiMu puja dan puji, tiada Tuhan selainMu, wahai Yang Maha Pemberi, yang menjadi harapan, Yang Mencipta langit dan bumi, Yang Maha Luhur dan Maha Mulia”. Kemudian Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya engkau telah memohon kepada Allah dengan mempergunakan nama-namaNya Yang Agung, yang bilamana dimohonkan dengan nama-namaNya itu akan dikabulkan dan jika dimintai dengannya juga akan diberi.”

(h.r. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, NasaíI, dan lain-lainnya)

Sesungguhnya Rasulullah saw pernah mendengar sesorang yang berdoa dengan katanya : “Sesungguhnya aku ini memohon kepadaMu ya Allah, dengan bersaksi dengan sesungguh-sungguhnya bahwa Engkau adalah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Tunggal dan Yang menjadi tempatku bergantung, Yang tak beranak dan tidak diperanakkan, serta tak ada yang menyamaiMu seorang pun”. Rasul lalu bersabda kepada orang itu : “Sungguh, engkau telah memohon kepada Allah dengan asmaNya Yang Agung, yang bilamana Dia dimintai dengan nama (asma)-Nya itu, Dia pasti akan memberi dan jika dimintai dengannya pasti akan dikabulkan”.

(h.r. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim)

Diawali dengan Kalimah Tauhid

Barangsiapa berdoa dengan lima kalimat yang tersebut di bawah ini apapun permintaannya akan diberi. Kalimat itu ialah : Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ëalaa kulli syay-in qadiirun, laa ilaaha illallaahu wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi. Yang artinya : Tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNyalah kerajaan dan bagiNya pula puja dan puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya dan upaya serta tak ada kekuatan selain dengan Allah jua.

(h.r. Thabrani)

Diawali dengan Dzal Jalaali wal Ikraam

Nabi saw mendengar seorang mendoa dan mengatakan : “Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Luhur”. Beliau bersabda : “Doamu akan dikabulkan. Berdoalah kepada Allah !”.

(h.r. Tirmidzi)

Diawali dengan Arhamar Raahimin

Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mewakiliNya bagi barangsiapa yang berdoa dengan berkata : “Yaa arhamar raahimiin” (wahai Yang Maha Pengasih diantara yang pengasih). Maka siapa saja yang menyebutnya tiga kali, maka menjawablah malaikat itu : “Sesungguhnya Allah arhamurraahimiin telah (berkenan) mengabulkan permohonanmu. Maka mintalah kepadaNya”.

(h.r. Hakim)

Diawali dengan Hamdalah dan Shalawat

Dari Fadhalah bin ëUbaid ra berkata : “Tatkala Nabi saw duduk di masjid, tiba-tiba seorang laki-laki masuk, lalu shalat, setelah selesai ia membaca doa : “Allaahummaghfirlii warhamnii”. Maka Rasulullah saw pun berkata : “Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika kau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah karena Dia yang memilikinya, lalu kau baca shalawat kepadaku dan lalu berdoa. Berkata pula Fadhalah : “Kemudian datang pula seorang lain, setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi saw dan setelah itu Nabi bersabda : “Berdoalah, akan dipenuhi !”.

(h.r. Ahmad, Abu Daud, NasaíI dan Tirmidzi)

Semua doa terhalang kecuali membaca shalawat dulu kepada Nabi dan kepada keluarga Nabi Muhammad.

(h.r. Thabrani)

Yakin akan Dipenuhi

Sesungguhnya Allah ëAzza wa Jalla berfirman : “Aku akan mengikuti persangkaan mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepadaKu”.

(h.r. Bukhari dan Muslim)

Allah ëAzza wa Jalla berfirman : “Aku mengikuti sangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya sepanjang ia ingat kepadaKu.”

(h.r. Bukhari dan Muslim)

Dan jika kamu memohon kepada Allah ëAzza wa Jalla, wahai manusia, mohonlah langsung ke hadhiratNya dengan keyakinan yang penuh bahwa doamu akan dikabulkan, karena Allah tidak akan mengabulkan doa hambaNya yang keluar dari hati yang lalai.”

(h.r. Ahmad)

Rendah Hati dan dengan Suara Lembut

“Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”

(QS. Al-A'raaf, 7:55)

Merendahkan Suara

Kami berangkat bersama Rasulullah saw maka tatkala kami telah dekat ke Madinah bertakbirlah Nabi dan bertakbirlah manusia serta mereka mengeraskan suara mereka. Maka berkata Rasulullah saw : Hai manusia, sesungguhnya Dzat yang kamu seru itu, tidak tuli dan tidak jauh, sesungguhnya Tuhan yang kamu seru itu ada diantara kamu dan diantara kendaraan kamu.

(Muttafaq ëAlaihi)

Tidak Berlebih-lebihan

Baik dalam ucapan, maupun sikap ataupun isi permintaan.

Sabda Rasulullah saw :

Akan datang suatu kaum yang keterlaluan dalam berdoa.

(h.r. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Malik)

Firman Allah SWT :

Sesungguhnya Allah itu tidak suka kepada orang yang melampaui batas.

(QS Al-Aíraf, 7:55)

Dengan Rasa Takut dan Penuh Harap

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

(QS, Al-Aíraf, 7:56)

Shabar dan Shalat

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.

(QS. Al-Baqarah, 2:45)

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

(QS. Al-Baqarah, 2:153)

Mendoíakan Orang Lain Tanpa Diketahuinya

Doa orang Muslim untuk saudaranya (sesama muslim) dari tempat yang jauh (tanpa diketahuinya) akan dikabulkan.

(h.r. Muslim)

Mendoakan Orang Lain untuk Kebaikan

Ö. Di atas orang yang berdoa ada malaikat yang mewakili, setiap seorang muslim mendoakan saudaranya pada kebaikan, maka malaikat yang mewakili itu berkata : “Juga untukmu seumpamanya”.

(h.r. Muslim)

Doa Orang yang Dizhalimi

Takutlah akan doa orang yang dizhalimi, karena doa itu akan diangkat ke atas dan Allah berfirman : “Demi kemuliaan dan keagunganKu, Aku pasti menolongmu, walau sudah beberapa saat”.

(h.r. Thabrani)

“Takutlah kamu akan doa orang yang dizhalimi, sebab sesungguhnya tidak ada jarak pemisah antara Allah dan doa orang yang dizhalimi itu”.

(h.r. Tirmidzi)

 

Doa Pemimpin yang Adil dan Orang yang Berpuasa

Tiga golongan orang yang tidak akan ditolak doa mereka :

Orang yang berpuasa sehingga ia berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang teraniaya.

(h.r. Tirmidzi)

Diulang Tiga Kali

Berkata Ibnu Masíud r.a. :

Adalah Nabi saw. Apabila ia mendoa , ia mendoa tiga-tiga kali, dan apabila ia meminta, juga meminta tiga-tiga kali.

(h.r. Muslim)

Dinyatakan oleh Masing-masing

Seutama-utama doa ialah doa seseorang yang dinyatakan dirinya.

(h.r. Hakim)

Doa Bukan untuk Kecelakaan

Janganlah kamu berdoa untuk kerusakan dirimu, kerusakan anakmu dan pembantumu, jangan pula berdoa untuk kerusakan hartamu, jangan minta kepada Allah kerusakan, karena mana tahu sewaktu kamu minta maka Allah mengabulkannya bagimu.

(h.r. Muslim, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah)

Jangan Mendoa kepada Selain Allah

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.

(QS. Yunus : 106)

Bukan untuk Dosa, Memutuskan Shilaturahmi dan Jangan Tergesa-gesa

Senantiasa diterima doa seorang hamba Allah, apabila ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau untuk memutuskan silaturahmi, asal saja dilakukan dengan tidak tergesa-gesa. Rasul lalu ditanya : apakah yang dimaksud tergesa-gesa ?.Rasul bersabda :

Seseorang berkata : aku telah berulangkali berdoa tetapi tidak juga kulihat dikabulkan. Ia merasa rugi dan lesu sampai ia meninggalkan doanya.

(h.r. Muslim dan Tirmidzi)

Pada Hari ëArafah, 9 Dzulhijjah Waktu Wukuf

Tidak ada suatu hari pun yang lebih afdhal di sisi Allah selain hari ëArafah, dimana Allah SWT turun ke langit dunia, maka Ia bermegah-megah dengan penduduk dunia kepada penduduk langit. Lalu Ia berkata : perhatikanlah hamba-hambaKu itu, mereka datang dengan rambut kusut dan berdebu, berjemur di panas matahari, mereka datang dari penjuru dunia yang jauh. Mereka mengharapkan rahmatKu dan tidak akan melihat azabKu. Maka tidaklah akan kelihatan banyaknya orang yang dibebaskan dari neraka, daripada hari ëArafah itu.

(h.r. Abu Yaíla, al-Bazzar, Ibn Hibban dan Ibn Khuzaimah)

Pada Hari Jumat

Bahwasanya Rasulullah saw pernah menyebut hari Jumat, lalu bersabda : Pada hari Jumat itu ada satu saat yang apabila kebetulan seorang muslim berdiri shalat sambil meminta sesuatu (berdoa) kepada Allah ëAzza wa Jalla, maka Allah akan memberinya (apa yang dia minta), seraya Rasul mengisyaratkan dengan tangannya menyedikitkan saat itu.

(Muttafq ëAlaihi)

Antara Adzan dan Qamat

Doa diantara adzan dan iqamat, tidak akan ditolak.

(h.r. Tirmidzi)

Menghadap Kiblat

Ia (nabi) mendatangi tempat wuquf di ëArafah, dan ia menghadap kiblat dan terus menerus berdoa sehingga tenggelam matahari.

(h.r. Muslim)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Related posts:

  1. Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Comments are closed.