Pada musim kemarau panjang, kita dianjurkan melakukan shalat Istisqa (shalat minta hujan). Seluruh anggota masyarakat, pria dan wanita, tua muda, anak-anak, dan orang tua lemah pun kalau perlu didukung dan diikutsertakan; berkumpul di satu lapangan, semua berpakaian yang biasa dipakai kerja. Jama’ah dengan rendah hati, khusyu, dan bersungguh-sungguh mengharap ridha Allah SWT.

Khatib naik mimbar atau berdiri di tempat ketinggian , lalu memulai nerkhutbah dengan puji-pujian kepada Allah , dua kalimah syahadah dan shalawat kepada Nabi. Kandungan khutbah mengajak umat bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah, lalu mengajukan permohonan kepada-Nya, semoga Dia menurunkan hujan.

Sebaiknya beberapa hari menjelang shalat istisqa dilakukan, pemuka umat sudah berbuat menasehati, menginsyafkan umat serta berpuasa bersama-sama selama empat hari berturut-turut dan mengajak berlomba-lomba membuat kebajikan.

Doa meminta hujan:
Alhamdulillahi rabbil aalamiim. Arrahmaanirrahiim.
Maalikiyaumiddiin. Laailaaha illallaahu ya’alu maa yuriid. Allaahumma antallaahu laa ilaahaa illallaahu antal ghaniiyyu wa nahnul fuqaraa-u anzil alainal ghaytsa waj al maa anzalta lanaa quwwatan wa balaaghan ilaahiin.

“Segala puji bagi Alah, pemelihara alam semesta. Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tuhan yang memiliki hari pembalasan. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah berwenang berbuat sekehendak-Nya.

Ya Allah, Engkaulah Tuhan, Tiada Tuhan selain Engkau yang Maha Kaya, dan kami berhajat kepada Engkau. Curahkanlah hujan kepada kami, dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan itu menjadi kekuatan bagi kami hingga masa-masa selanjutnya”.

Lalu khatib menadahkan kedua tangannya ke langit seraya membalikkan diri, membelakangi jama’ah dan menghadap kearah kiblat, dengan segala kerendahan hati ia memohon kepada Allah, sementara jamaah mengaminkannya. Kemudian khatib menghadap kembali kepada orang banyak, lalu turun dari mimbar untuk melakukan shalat dua rakaat dengan para jamaah.

Shalat ini tidak memerlukan azan dan iqamah. Sebaiknya sesudah membaca Al Fatihah pada rakaat pertama, imam membaca surat Al A’la dan sesudah Al Fatihah pada rakaat kedua, imam membaca surah Al Ghasyiyah.

————————————————————————————————————————————

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Related posts:

  1. Shalat-shalat Sunnat Lainnya
  2. Shalat Sunnat Tahajjud dan Witir
  3. Shalat Sunnat Hajat
  4. Fardhu dan Sunnah Shalat
  5. Shalat Jama & Qasar

Comments are closed.