Shalat Tahajjud ialah shalat malam , atau biasa disebut Shalatul Lail. Waktunya lewat tengah malam, dan sebaiknya dikerjakan setelah tidur terlebih dahulu. Bilangan rakaatnya sebelas rakaat; yakni 8 rakaat + 3 rakaat sunnat witir.Tahajjud dapat dikerjakan 2×4 rakaat, yaitu setiap 4 rakaat 1 salam, lalu ditambah dengan witir 3 rakaat 1 salam.
Atau dengan cara 4×2 rakaat, yaitu setiap 2 rakaat 1 salam, lalu ditambah dengan 3 rakaat witir 1 kali salam.
Ayat-ayat yang dibaca sesudah Al Fatihah boleh dipilih sendiri. Biasanya ayat-ayat yang dipahami maknanya akan lebih berkesan dan mudah dihafal. Bagi yang belum hafal, dapat membaca pada rakaat pertama surat Al Ashar serta Al Kautsar; atau ayat-ayat pendek lainnya.
Melalui shalat malam, seseorang dapat meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah.
Firman Allah SWT:
“dan pada sebagian malam tahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (Al Isra : 79).
Shalat Witir
Witir artinya ganjil. Dinamakan Shalat Witir , karena bilangan rakaatnya yang selalu ganjil; yaitu boleh 1 rakaat, 3, 5, 7, 9 atau 11 rakaat. Boleh dikerjakan dua-dua, terakhir 3 rakaat 1 tahiyyat 1 salam.
Shalat witir dilakukan setelah shalat Isya hingga menjelang fajar (shubuh). Ia dapat dikerjakan sebagai pelengkap shalat Tahajjud atau shalat Tarawih; ia layaknya sebagai penutup segala shalat yang dilakukan hingga menjelang Subuh. Misalnya seseorang yang
memperkirakan pribadinya tak akan terbangun mengerjakan shalat Tahajjud lagi, maka ia dapat mengerjakan shalat witir langsung sesudah mengerjakan shalat Isya.
Pada setiap rakaat shalat witir, selain membaca Al Fatihah kita dapat pula memilih beberapa ayat atau salah satu dari Al Quran.
——————————————————————————————————————————
Related posts:

