Berikut ini sebuah hadist qudsi tentang kesucian hati yang terefleksi pada perilaku seorang hamba, yang artinya : sesungguhnya Aku hanya menerima sholat dari orang yang melakukannya dengan tawadlu’ (merendahkan diri) karena keagungan-Ku, dan tidak memanjangkan lidahnya (mencerca mengumpat) atas makhluk-Ku, dan ia tidak membiasakan diri berbuat maksiat dan kedurhakaan kepada-Ku, ia telah menghabiskan siangnya untuk ingat akan Daku, dan ia selalu mengasihani orang-orang miskin, perantau yang kehabisan bekal, dan janda-janda miskin yang membutuhkan pertolongan dan mengasihani orang yang kemalangan. Itulah sinar cahayanya dari perbuatan orang yang sholih, bagaikan cahaya matahari. Aku lindungi dirinya demi kebesaran-Ku dan Aku perintahkan menjaganya kepada malaikat-Ku. Aku jadikan baginya dalam gelap gulita cahaya terang benderang dan dalam kejahilannya rasa lapang dada, bandingannya di antara makhluk-Ku adalah bagaikan surga firdaus di dalam surga.
HQR Bazzar dari riwayat Abdullah bin Waqid al-Harrani
sumber : Kumpulan Hadist Qudsi, cv Diponegoro, 1996
No related posts.

