Bismillahirrohmanirrohim
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. 41:30)

Banyak orang yang mengatakan agama dari bahasa sangsekerta, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa agama merupakan dari bahasa arab yaitu aqomah atau aqidah yang artinya teguh.

Pertama kali Alloh SWT mendidik Rasulullah SAW selama 23 tahun di Makkah adalah mengenai aqidah. Oleh sebab itu banyak sekali ayat-ayat yang turun di Makkah (ayat Makkiyah) adalah ayat aqidah.

Aqidah dapat kita jabarkan sebagai berikut :

Kenal Diri

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, (QS. 51:20)

Dan (juga) pada dirimu sendiri.Maka apakah kamu tiada memperhatikan (QS. 51:21)

Sebagai manusia kita mutlak harus mengetahui apa dan bagaimana diri kita.

Bila manusia tidak mengenal dirinya maka dia tidak akan mengenal Tuhannya” (Al-Hadist).

Hadist di atas menegaskan betapa pentingnya manusia mengenal dirinya. Bila kita mengenal diri kita secara otomatis kita akan menemukan siapa pembuat kita, jawabanya adalah Alloh SWT. Karena di dalam diri kita terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh SWT. Dalam diri Manusia terdapat 3 bagian yaitu :

  1. Jasmani

    Hai manusia, kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur); maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari seumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai pada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupunyang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air diatasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah (QS. 22:5)

    Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal(kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (QS. 6:2)

    Jasmani terbuat dari tanah merupakan jasad dimana nantinya jasad tersebut akan kembali ketanah, pada dengan jasmani inilah Alooh SWT memciptakan mahluk yang paling sempurna diantara mahluk ciptaan Alloh SWT yang lain. Alloh telah memerintahkan manusia tentang jasmani yaitu :

    1. Bagaimana terjadinya

      Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (QS. 32:7)

      Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, (QS. 55:14)

      Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:”Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS. 15:28)

    2. Bagaimana Memeliharanya

      maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (QS. 80:24)

      Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:168)

      Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah. (QS. 2:172)

    3. Bagaimana Fungsinya

      Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. 4:36)

      Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah makan dahulu, apabila mereka bertaqwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka (tetap juga ) bertaqwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. 5:93)

  2. Roh / Nyawa

    Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah:”Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit“. (QS. 17:85)

    Roh atau nyawa adalah unsur penghidup dalam struktur tubuh manusia. Bila kita ibaratkan sebuah mobil, jasmani adalah mobilnya, roh adalah accu yang memberikan setrum kepada mobil, sedangkan jiwa adalah pengendaranya. Bila roh sudah di masukkan kedalam tubuh maka segala fungsi dari tubuh tersebut berfungsi .

    Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. 32:9)

  3. Jiwa

    Seperti yang di terangkan pada bagian sebelumnya bahwa jiwa adalah sebagai pengendara/pengendali dari tubuh. Andaikata kita misalkan mobil yang di tilang oleh polisi maka yang di tilang adalah pengendaranya bukan mobil atau accu-nya. Karena bila kita wafat jasad yang berasal dari tanah kembali ke tanah. Roh atau penghidup yang bersal dari Alloh SWT akan kembali kepada yang “Pemberi Hidup” yakni Alloh. Sedangkan jiwa akan dimintakan pertanggung jawaban sebagaimana perbuatan ketika di dunia.

    Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (QS. 74:38)

    Didalam jiwa terdapat 3 nafsu/unsur yang saling ingin menguasai atau mengendalikan tubuh kita. Nafsu/Unsur tersebut adalah :

    1. Ammaratunbissu' (Ghodob)

      Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 12:53)

      Ammaratunbissu' atau ghodob adalah suatu kencenderungan untuk berbuat salah unsur ini di perngaruhi oleh iblis (api), sehingga manusia tersebut mudah sekali marah, dengki, sirik dan lain sebagainya.

    2. Lawwamah (Syahwat)

      Aku bersumpah dengan hari kiamat, (QS. 75:1)

      Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). (QS. 75:2)

      Lawwamah atau syahwat adalah suatu kecenderungan untuk berbuat malas atau mau enak saja. Unsur ini di pengaruhi oleh jin (asap beracun). Sehingga manusia suka sekali akan harta, wanita, dan malas.

  4. Mutma'inah (Natiqoh)

    Hai jiwa yang tenang. (QS. 89:27)

    Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. (QS. 89:28)

    Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, (QS. 89:29)

    dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS. 89:30)

    Mutma'inah atau natiqoh adalah suatu kecenderungan untuk mengabdi kepada Alloh SWT unsur ini di pengaruhi oleh Malaikat (nur). Sehingga manusia selalu taat kepada Alloh SWT. Maka selayaknyalah manusia memperbesar pengaruh dalam dirinya untuk menjadi nafsu yang mutma'inah.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Related posts:

  1. KISAH MEREKA YANG MASUK ISLAM – Tamara Bleszynski
  2. Tentang Imam Bukhari
  3. Tawakal Melindungi Diri Dari Penyakit Ujub & Takabur
  4. Tawakal Melindungi Diri Dari Penyakit Ujub & Takabur

Comments are closed.