Dalam beberapa ilmu pernafasan yang pelajari oleh berbagai aliran yang ada di berbagai belahan dunia ini, senantiasa kita mendengar istilah energi kundalini, oleh karena itu disini saya akan coba berbagi pengalaman tentang tekhnik untuk mengaktifkan energi kundalini ini.
Energi kundalini sering kali dipergunakan untuk membantu menyembuhkan penyakit seseorang melalui energi yg di pancarkan\dialirkan dari organ tubuh kita, baik itu melalui tangan, mata, atau langsung melalui sumber energinya (bawah puser), lalu begitu banyak manfaatnya kah energi kundalini itu?
Kundalini adalah dimana tempat di dalam tubuh manusia yang memiliki sumber energi dasar yang apabila dilatih atau diaktifkan dengan suatu metode tertentu akan menimbulkan energi yang sangat berguna sekali bagi suatu proses pencapaian fana dalam perdzikiran yang kita pelajari di pengajian tawakal kita tercinta ini.
Mengapa kundalini banyak di aktifkan melalui pernafasan? ada dasar-dasar yang harus kita perhatikan sebagai berikut, bila suatu benda (hawa) bila bersentuhan dengan rongga perut/di bawah puser secara terus menerus maka akan menimbulkan pergesekkan, dan pergesekan itulah yang akan menimbulkan panas di sekitar rongga di bawah pusar tadi, nah panas itulah yang akan menimbulkan energi dan energi inilah yang disebut dengan energi kundalini. Kapasitas/kekuatan/kemampuan suatu enargi kundalini inilah dalam batasan tertentu yang dapat di pergunakan untuk tujuan-tujuan positif manusia tentunya.
Oleh karena itu latihlah pernafasan bawah pusar tersebut dengan teratur dan terus menerus serta bersungguh-sungguh, sehingga anda akan segera merasakan manfaatnya dengan cepat di kemudian hari. Dan bagi ikhwan pengajian tawakal khususnya, bahwa tekhnik ini (channel 2 jari bawah puser) sangatlah efektif dalam membantu kita mencapai tingakat ke fanaan (kosong tapi isi, isi tapi kosong meminjam istilah Almarhum Sesepuh pengajian).
Nah mudah-mudahan dari sedikit pelajaran yg saya paparkan diatas tadi, kiranya dapat bermanfaat bagi para ikhwan pengajian tawakal, dan Insya Alloh akan kita kupas kebagian berikutnya (bagian 2) dilain waktu.
Alloh No 1, Problem No. 2

