Di tulisan bagian ke 2 ini saya akan coba memberikan pemahaman yang lebih jauh tentang cara-cara mengaktifkan energi kundalini tersebut, dengan mencoba memberi bantuan berupa pemahaman beberapa sikap dalam berdzikir. Beberapa posisi untuk melatih mengaktifkan energi kundalini sebagai berikut,

Posisi duduk bersila

Sikap duduk bersila dan tegap disini adalah dimaksudkan untuk memudahkan energi kita yang memancar dari arah bawah perut secara otomatis mengalir/terhimpun ke pusat dada tengah (dzikir dada tengah/hati),mengapa harus di dada tengah? karena pusat dari ketenangan jiwa pada manusia sebenarnya berada di dada tengah dan oleh karena dalam melatih energi kundalini ini sangatlah diperlukan suatu ketenangan.

Duduk tegap dengan bahu sejajar dan tulang belakang tegak lurus.

Dalam posisi in, kita akan sangat mudah sekali mengontrol sistim peredaran energi yang berpencar diseluruh tubuh kita disaat berdzikir dan kemudian mengalirkannya kembali ke dada tengah (pusat segala rasa,susah,senang,damai dll), posisi tulang belakang tegak lurus supaya energi yang mengalir dari atas kebawah/sebaliknya dalam tubuh kita tidak mengalami hambatan, energi bergerak utuh/tidak berpencar2 ke segala arah.

Lidah menyentuh langit-langit mulut

Dengan lidah yang kita tempelkan kelangit-langit mulut, sesungguhnya bertujuan untuk membantu jalannya peredaran energi sekitar tubuh kita agar mudah masuk kedalam channel dada tengah kita (pusat ketenangan)

Setelah semua langkah diatas telah kita lakukan , barulah kita bisa melatih energi kundalini tersebut dengan benar. Ingat! untuk mencapai hasil yang optimal kita harus mengalirkan energi dalam tubuh kita yang berpencar-pencar ini ketempat-tempat yang benar, sehingga nantinya kita mampu mengalirkan energi hanya pada satu titik, yaitu 2 jari di bawah puser (kundalini) tersebut dengan energi yang penuh (tidak berpencar-pencar) sehingga energi kundalini kita benar-benar bermanfaat bagi kesehatan kita khususnya dan orang lain nantinya.

Berlatihlah yang giat dan benar, semoga beberapa pengalaman saya ini dapat membantu para ikhwan tawakal untuk lebih menciptakan kondisi / suasana yang lebih bergairah lagi dalam melakukakn ritual dzikir untuk berdialog langsung dengan Allah, tentunya dan karena adanya beberapa teknis tertentu yang saya tidak dapat buka di sini oleh karena beberapa alasan satu dan lain hal maka, rasanya cukuplah dulu dari saya sampai disini. Semoga Allah.SWT senantiasa membantu dan memberikan jalan terang bagi pelatihan pendekatan diri kita ini kepadaNya. Sampai bertemu lagi dalam tulisan-tulisan saya yang lainnya.

Alloh No 1, Problem No. 2

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Comments are closed.