Tatkala jiwa kian merasa sepi dan tiada lagi menyisakan asa
Kesendirian adalah jalan yang terbaik untuk di lalui
Walau dibenamkan oleh kegaduhan suasana dunia.
Toh sang jiwa tetap akan melantunkan tembang kerinduan yang tak bertepi.
Perlahan kulalui jejak sang Mulia disepanjang pesisir hatiku
Anehnya tak tersirat sedikitpun tanda-tanda kehangatan cintaNya Ö
Mungkinkah karena aku yang telah lalai akan keberadaanNyaÖ
Ataukah diriku yang terbuai dan terlelap tidur diatas lembutnya permadani duniaÖ
Kutelusuri satu persatu melalui jejak dedaunan asmaMu..
Dengan terus berupaya menyenandungkan puji-pujian atasMu
Sementara derasnya keringat kegalauan ini terus membasahi kalbu ku nan gersang..
Namun tak juga isyarat ìituî datang menyeka air mata keimananku.
Saat kau tak kuasa lagi atas semua kehendakNyaÖ
Tatkala kau sudah tak merasa pantas lagi menerima cahayaNyaÖ
Ombak kecemasan dilautan jiwamu tiba-tiba bergulung menghantam dinding-dinding karang keangkuhan diriÖ
Hancur sudah semua yang terahmati selama ini,hatimu telah terhijab kebekuan dosa-dosamu dan air matamu hanya mengkristal tak berarti lagi di hadapaNya.
Jakarta 13 Agustus 2003
Related posts:

