Awan gelap selimuti mahligai jiwa
Redupkan bathin gundah gulanakan hati
Hitam bayangan mengusik aradh yang berhias cahaya
Larungkan sangka pada dada yang terkunciMerenda waktu dengan benang asa kemerahan
Sambil lamurkan warna bumi dijendela keyakinan
Berharap cakrawala sinari kegersangan impian
Tapi percikan nafs semakin melahap inti kepastian
Gelap dadamu pekat egomu
Gumpalan asap nafsu kusamkan kaca qalbu
Terpuruk keyakinan gelincirkan pendakian ilmu
Tersapu badai kebencian nyaris kandaskan Perahu maírifatmu
Berkelana jiwa menembus tabir hijab mengetuk langit
Tercabik ombak ke-akuan yang kian histeris menjerit
Enggan sandarkan asa pada teduhnya dedaunan malakut jasad
Perahu maírifat terus melaju tuk temukan pulau terbitnya tauhid
Jakarta 28 april ë04
MB
No related posts.

