Rasulullah SAW melaksanakan ibadah haji yang terakhir pada tahun ke 10 Hijriyah dengan diikuti oleh 124.000 Mukmin. Beliau menyampaikan khutbah bersejarah di padang Arafah pada hari ke-9 bulan Dzulhijah, sambil berdiri di Jabal Rahmah, menjelang waktu shalat Dzuhur.
Archive for the ‘Artikel Islam’ Category
Jika dibandingkan dengan kitab-kitab yang terdahulu – Taurat, Zabur, Injil- maka Al-Qur’anlah yang paling bisa dikatakan lebih otentik karena beberapa hal :
1. DEFINISI AL ILMU
a. Menurut bahasa (Arab) : al Ilmu lawan kata al Jahlu (tidak tahu atau bodoh). (Lihat Lisanul Arab) Atau : mengenal sesuatu dalam keadaan aslinya dengan pasti. (Kitabul Ilmi hal 11)
“Dan bahwasanya seseorang itu tidak akan memperoleh (kebaikan) kecuali dari
hasil usahanya sendiri” (Surah An-Najm 53: 39).
Ayat di atas merupakan kaidah ilmiyyah yang umum dan tetap di dalam keumumannya dan tidak menerima pengecualian yang memang tidak ada sama sekali: Bahwa seorang tidak akan mendapat pahala atau ganjaran kecuali atas hasil usahanya sendiri.
Manusia makhluk Allah yang mulia, diciptakan dan diberi ilmu pengetahuan sehingga mengalahkan sekalian makhluk yang ada, lalu dengannya Allah memerintahkan para Malaikat bersujud kepada Adam, malaikatpun mentaati perintah tersebut.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana pengertian Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah .? Apakah Iman itu bisa bertambah atau berkurang ?
Pertanyaan. Syaikh Masyhur Hasan Salman ditanya : Bagaimana cara menuntut Ilmu bagi yang terlambat, khususnya orang yang telah tua ?
“Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar: 9).
Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak“. (Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092)
Allah Taala yang Maha Tinggi dan Maha Besar berfirman: Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiada orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk“. ( Q.S: 5;105 ).