Kemarin kulihat kaki langit berkilau keemasan Saksikan surya kabari waktu pada sang fajar Tersenyum datar ingatkan bumi tentang keterbatasan Saling bercengkrama mereka kisahkan manusia dan ikhtiar
Archive for the ‘Puisi Putih’ Category
Awan gelap selimuti mahligai jiwa Redupkan bathin gundah gulanakan hati Hitam bayangan mengusik aradh yang berhias cahaya Larungkan sangka pada dada yang terkunci
Kekalutan datang dan pergi dalam jiwa Kegalauan menambah gersangnya hati Tiada terusik perjalanan panjang yg penuh noda Karena menepis semua kesaksian sang Penguasa syurga
Tatkala jiwa kian merasa sepi dan tiada lagi menyisakan asa Kesendirian adalah jalan yang terbaik untuk di lalui Walau dibenamkan oleh kegaduhan suasana dunia. Toh sang jiwa tetap akan melantunkan tembang kerinduan yang tak bertepi.
Kesejukan merambat menuju kalbukuÖ Selepas isya ku buang segala penat nan sarat Memikirkan separuh perjalan hidup iniÖ Dengan memandang sebuah bintang diangkasa sana.
Let’s ponder upon this…. “People throw away what they could have, By insisting on perfection–which they cannot have, And looking for it where they will never find it.
Saat keheningan menyelimuti kembalinya sang malam pekat saat kesunyian terbiasa tertawa terbahak puas tatkala menakhlukkanku kembali dan ketika sang gelap membuat bisikan yg menghempaskan ruhku kedalam angan yg semu tiba tiba sesuatu terulang kembali, Ohh…Tuhan mengapa kegelapan itu tak pernah berhenti menerjangku…

